Di saat bunga memilih kumbang lain

Membuka aura kuncup bunga yang mekar
embun menetes bening belukar
serasa hampa saat tertukar
kumbang yang baru membawa nektar

ceriaku musnah sudah
dilanda badai, jatuh punah
bunga yang INDAH kini berubah
tak bersemi kumbang lawas

zaman lawas telah sirna
membawa bercak yang membekas
kini berpindah kumbang yang baru
membawa cerita yang membuatnya mekar

lantas apa mau di kata
bunga telah menentukan tempatnya
aku hanya bisa terpana
bungaku di rebut terpesona

nanah darah menjadi laut
yang kini mengalir di ulu hati
menusuk-nusuk tanpa henti
disiram perasan air jeruk

sayatan masih tergambar jelas,
semoga aku bisa menghilangkan memorimu
karna aku masih mencintaimu......

agung saputro
Previous
Next Post »